RSS

Bagaimana Kiper Menjaga Gawang

Seorang kiper futsal berbeda dengan kiper sepakbola, disamping kontur lapangan yang relatif keras(standar international) area gawang yang kecil namun bola yang keras,kiper futsal memiliki permukaan yang lebih sulit untuk menjatuhkan diri. hal ini menyebabkan pemilihan tindakan kiper futsal untuk menyelamatkan gawang perlu diperhatikan. Meskipun pada aplikasi tergantung reaksi, namun jika dilatih terus menerus badan akan mengingat tindakan apa yang paling efektif dalam suatu serangan oleh lawan.

1. Menepis

when
pada saat long range shoot yang keras
how
telapak tangan membentuk angka lima rapat(jika bola keras) atau terbuka(jika bola cepat) dengan jari2 tangan ditarik kebelakang untuk membelokkan arah bola

summary
+dapat membelokan arah bola menajuh dari gawang atau ditangkap langsung
+dapat menjangkau tiang jauh
+bola futsal berat sehingga cenderung menyusur tanah
+Strikers terus berpikir bola rendah itu lebih sulit bagi penjaga gawang untuk bereaksi dengan kakinya, bukan tangannya.
-rawan cedera jari tangan
-rawan tertipu ketika bola berbelok secara tiba2
-bahaya jika lawan rebound bola karena posisi kiper tidak siap
requirement:
full gloves
position style:
standby, M

Dive Arah Depan
+memotong bola sebelum mencapai max power
+jika bola tidak berhasil ditahan/tepis, arah rebound tidak masuk ke gawang

Dive arah Belakang
+mempunyai waktu yang cukup untuk bereaksi
+posisi yang lebih enak untuk dive in

sebaiknya kiper meminimalisir dive atau menjatuhkan badan..lebih kuatkan ke arah posisi , rushing bola liar dan body blok shooters.dive hanya digunakan sebagai jurus terakhir.dan selalu sesudah bola ditendang.karena jika kiper sudah menjatuhkan diri, ternyata penendang melakukan fake, maka sulit bagi kiper untuk segera bangkit.

 

2. Meninju

when
1.ketika perebutan diudara
2.ketika long range shoot

summary
+dapat memblok bola keras dengan sempurna ke luar lapangan
-jika kurang latihan, kepalan tangan bisa remuk
-jangkauan ke tiang jauh kurang
requirement:
fingertips or semi gloves
punch & finger training
position: standby

 

3. Dengan Kaki

when
1.ketika one on one
2.ketika bola datar
how
menjulurkan kaki ke arah datangnya bola

summary
+menjangkau daerah rendah dengan cepat
-jika bola bouncing keatas tidak dapat diantisipasi
-bola tidak dikuasai dengan sempurna oleh kiper (dapat di rebound lawan)
position standby.
nb: Jika penjaga gawang berada dalam posisi yang benar pada tembakan, jauh lebih cepat untuk kiper untuk bereaksi terhadap tembakan rendah dengan kakinya

 

4. Dengan badan & kepala/bodyblok

how
rushing ke arah datang bola, kaki ditekuk, telapak tangan membuka, menutup ruang di pinggang.
when
one on one, situasi bola liar/musuh akan melakukan tembakan dalam area penalty

summary
+menutup ruang tembak
-kiper memerlukan waktu untuk berdiri jika rebound
position
M
requirement
mental, perut dan kepala yang tahan banting

 

5. Low tips

when:
ketika bola datar di tiang jauh
how
bahu yang mendarat, dimulai dari pergelangan kaki untuk menjatuhkan diri,ujung tangan menjangku bola

summary
+ dapat menjangkau daerah tiang jauh yang rendah
-kiper perlu waktu untuk rebound

 

6. Cara mengamankan bola umpan tarik

when
one on one dengan bola 50:50 dengan pemain lawan di daerah penalty
how
sama seperti diatas dengan mengarahkan bola ke arah perut

summary
+dengan mengarahkan ke perut, jika kalah cepat , perut memblok area tendangan
+bola dikontrol oleh kiper sepenuhnya
-jika rebound kiper kesulitan untuk bangkit

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 26, 2012 in Futsal

 

Teknik Dasar Kiper

1. Posisi Shot Stopping

how
kaki dominan menekuk lutut, kaki yang satu menempel lantai, tangan di regangkan
when
ketika one on one, dengan rekan2 team di daerah pertahanan

2. Posisi standby

how
kaki agak ditekuk, tangan dipaha
when
ketika lawan membangun serangan

 

3. Posisi determinasi

how
kaki agak dibuka, tangan diangkat keatas melebar
when
ketika akan menerima serangan/freekick/penalty

 

4. Posisi M

Rendah dan lebih rendah lagi. Banyak tembakan berasal dari jarak dekat dan menyusur tanah. kiper perlu mengkover sebanyak mungkin area tersebut.

how
tangan rapat dengan kaki terdekat, kaki ditekuk
Kedua Kaki menekuk membentuk X, ke dua telapak tangan menghadap depan setara lutut, jarak antara kaki dan tangan kira2 1-10cm disesuaikan. posisi pantat naik-turun selama diserang

when
ketika menerima serangan untuk antisipasi tendangan jarak jauh bawah atau one on one
+:untuk bola atas dapat menambah daya pegas
-:luas area yang dibloking oleh badan kecil


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 26, 2012 in Futsal

 

Pengetahuan Dasar Menjadi Kiper Futsal

Berikut ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan tentang skill yang wajib dikuasai Kiper Futsal. Disini ada 9 teknik dan pengetahuan dasar untuk menjadi kiper yang baik.

1. Shot Stopping atau L atau icehockey

What:
Memposisikan badan mempersempit jarang tembak dengan menutup ruang tembak dengan badan & wajah.
how:
Salah satu kaki berdiri diatas lutut, kaki satunya ditekuk,ke dua telapak tangan menghadap depan setara lutut,jarak antara kaki dan tangan kira2 1-10cm disesuaikan.Jika bisa perpendek jarak dengan penendang


When:
Ketika posisi one on one, baik didalam garis gawang maupun diluar garis gawang
+:sangat bagus untuk one on one dan bola bawah
-:Posisi tidak flexible, kiper dipastikan terlambat respon jika bola dioper

 

2.Anticipation

What:
Mencoba mengantisipasi apa yang akan terjadi,seperti arah pergerakan bola, arah tembakan, dan memotongnya, lebih penting daripada reaksi untuk menepis/menangkap bola
When:
ketika team dalam keadaan diserang dengan counter-attack

3.Position

What:
posisi seorang kiper dalam permainan, yang ideal untuk melakukan pergerakan selanjutnya seperti anticipation atau shot stopper .
When:
a.Dalam Defense:
Biasanya mengikuti arah pergerakan bola,
cth: pergerakan musuh di dari sektor kanan pertahanan team, maka kiper lebih merapat ke tiang kanan gawang.

b.Dalam Offense:
-Berada di luar garis gawang ketika team menyerang untuk turut membantu operan atau mencoba tembakan langsung
-Berada di dekat rekan 1 team yang membawa bola, yang dipressure dalam daerah pertahanan sendiri.
-Berada dalam ruang kosong dalam daerah pertahanan sendiri untuk menerima operan

 

4.Throwing

melempar bola ke arah yang diinginkan
a.ke arah salah satu rekan team didaerah pertahanan sendiri untuk membangun serangan,
b.ke arah tiang gawang musuh untuk menciptakan peluang, bisa mengarah ke pemain atau kiper lawan atau tiang gawang.

Arah lemparan bisa datar, melambung atau mengarah dada

cara melempar:
1.satu tangan seperti melempar cakram

2.dua tangan seperti mengoper bola basket

3.satu atau dua tangan seperti pithcer softball melempar bola

5. Komunikasi

Ada 2 Basic Command:

“Keeper!”: tartinya bola untuk kiper,defender mengkover pemain lawan.
“Loss!”: berarti sebaliknya-defender mengejar bola, biasa digunakan ketika corner atau crossing.

kiper juga harus memperhatikan daerah kosong atau kemana lawan akan mengoper dan memerintahkan defender untuk menutupinya. karena kiper bisa melihat lapangan secara keseluruhan dibandingkan defender

teriakkan dengan jelas dan spesifik serta berulang, seperti, “Ralp, marking #10” atau “Dani,tutup arah kiri” .hal ini memungkinkan defender yang terpaku pada bola untuk mendengar dan membangun pertahanan dengan arahan kiper.
Fokus kiper ketika mengkoordinasikan defense adalah:
1.Pembawa bola lawan
2.defender terdekat dengan pembawa bola
3.pemain teman terjauh (ketika bahaya serangan berkurang)

berkomunikasi dengan pemain pun bisa melalui kontak mata yaitu dengan kontak mata itu sendiri, simbol jari dan lambaian tangan.komunikasi kiper dan defender adalah core dari sebuah pertahanan

 

6.Konsentrasi

how
minum kopi /cerebrovit
jangan tidur sebelum pertandingan / istirhat cukup

Seorang kiper, secara kasat mata seolah tidak selalu bekerja setiap menitnya. Ketika bola berada di area pertahanan lawan, kiper akan cenderung diam. Namun sebenarnya, ketika dalam situasi seperti ini, seorang kiper akan lebih baik jika tetap berkonsentrasi penuh di dalam permainan. Konsentrasi sejak serangan lawan belum dibangun akan lebih memudahkannya mengambil keputusan ketika serangan datang.

 

7. Handling

a.pola W atau pola berlian

kedua jempol dibagian belakang bola membentuk w.jari2 diregangkan
berguna untuk mencegah bola selip dari jari2.dapat juga dilakukan ketika dive in save

b.pola basket

ketika bola sepantaran dada, arahkan perut dan mundurkan pinggang kebelakang.membantu menyerap kekuatan bola dan rebound.

c.pola datar

hanya 1 lutut yang turun memudahkan untuk berdiri kembali untuk respon yang cepat jika dibutuhkan.

 

8. Footwork

prinsip Footwork

1.Kaki Selalu bergerak

kaki selalu kiper selalu siap untuk bereaksi, sehingga harus selalu digerakkan berupa langkah2 kecil atau jinjit sehingga kondisi kaki selalu siap
2.Jangan Memunggungi Bola
gunakan langkah menyamping berikut untuk positioning sehingga tidak memunggungi bola
a. Shuffle step – untuk jarak dekat. , badan mengarah bola, langkah2 kaki bergerak tidak melewati satu sama lain secara cepat.kaki kanan tetap dikanan, kaki kiri dikiri, hanya bergeser.

b. Crossover step – untuk mengkover daerah yg lebih besar. badan mengarah bola, langkah2 kaki bergerak bertukar posisi etapi dengan cepat kembali.kaki kanan melewati kaki kiri untuk bergeser namun kaki kiri kembali menempati pijakan paling lebar.

c.melangkah maju ke bola.
usahkan jangan pernah melangkah mundur ketika diserang di daerah pertahanan sendiri.sekali maju harus bisa mendapatkan bola.
d.bangkit secara cepat.
ketika kiper dives in atau jatuh,tidak berarti game over,segera bangkit dan kembali ke gawang.kiper harus dibiasakan bangkit kembali tanpa menggunakan tangan.

 

9. Bravery

kiper futsal mau punya reflek super tapi ga punya keberanian bakal jadi percuma..
pasti agan sekalian pernah ngalamin/ pernah liat(ane termasuk), khususnya pas posisi 1 on 1 dan striker mau nge-shoot, secara ga sadar sering banget memalingkan muka jadi ga liat bola pas ditendang sama lawan.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 14, 2012 in Futsal

 

Formasi Futsal

Permainan futsal sangat mengandalkan kemampuan teknik yang tinggi dari masing-masing pemain tanpa terkecuali.Teknik individu digabungkan secara kolektif untuk menjalankan sebuah taktik dan strategi yang terlatih dan terkonsep. Bentuk implementasi taktik dan strategi di lapangan merupakan serangkaian serangkaian skenario permainan yang dikenal sebagai formasi futsal (futsal formation).

Setiap pelatih memiliki prinsip dan pedoman yang dipegang teguh didalam timnya ketika menerapkan formasi futsal. Seorang pelatih dapat menyusun skema permainan berdasarkan kondisi dan kekuatan tim yang dimilikinya tanpa banyak mempertimbangkan calon lawan yang akan dihadapi. Tingkat kebugaran dan kesiapan mental bertanding menjadi kunci utama menghadapi sebuah pertandingan.

Namun di pihak lain terdapat pelatih yang sangat fokus mempersiapkan timnya berdasarkan calon lawan yang akan dihadapinya. Komposisi pemain disusun berdasarkan kecocokan gaya bermain dengan calon lawan. Hal ini akan membentuk sistem rotasi pemain yang diturunkan dalam pertandingan.

Dua prinsip tersebut dapat juga dikombinasikan menurut karakter pelatih yang menangani tim. Hal yang pasti adalah pola permainan dapat berganti apabila taktik tidak berjalan secara efektif. Pemain mengalami cedera atau memperoleh sangsi dikeluarkan dari lapangan juga menjadi faktor dalam pertimbangan pelatih merubah taktik.

Formasi Futsal

Secara teknis, pola permainan sebuah tim futsal berubah-ubah dalam hitungan detik, mengikuti transisi dari bertahan menjadi menyerang atau sebaliknya. Pemain tidak boleh terpaku pada satu posisi statis agar terhindar dari permainan monoton. Setiap pemain diharuskan menguasai kemampuan bertahan dan menyerang secara berimbang. Beberapa contoh formasi futsal yang sering dipakai diantaranya sebagai berikut :

Formasi Futsal 2-2

Formasi Futsal ini digunakan sejak decade 1950-an dan memiliki karakter dengan dua pemain di area pertahanan dan dua pemain di area penyerangan. Formasi Futsal ini sangat sederhana dan pemain tidak perlu banyak bergerak. Dua pemain dibelakang bertugas mengamankan area pertahanan, sementara dua pemain di depan bertugas menyerang. Jarang terjadi perubahan posisi. Formasi Futsal ini lebih statis dibandingkan dengan yang lain dan lebih banyak digunakan untuk permainan dalam tempo sedang. Namun, tim yang berpengalaman sering menggunakannya dalam pertandingan krusial.

formasi 2-2

Tips:

Dua pemain depan akan saling menopang sementara dua pemain belakang tidak hanya mengamankan pertahanan, tapi juga ikut membantu memutar permainan.
Cuku efektif melawan tim dengan pertahnan yang lemah. Karenanya perlu melakukan penyerangan secara konstan. Tapi juga perlu melakukan penguasaan bola (ball possession) ketika tidak melakukan penyerangan.
Formasi 2-2 memang menggunakan dua pemain depan dan dua pemain belakang. Namun, dalam praktiknya sebuah tim seharusnya menyerang dan bertahan secara bersama. Dengan begitu akan lebih mudang meraih hasil yang diharapkan.
Formasi Futsal 4-0 atau  2-2

Formasi futsal ini diciptakan oleh tim-tim Eropa, terutama Spanyol. Terlihat hampir sama dengan system 3-1 atau modifikasi 1-2-1. Namun yang membedakan formasi futsal ini adalah penyerang tengah atau lebih dikenal dengan nama pivot bisal masuk ke area caster atau sebagai penjelajah di posisi sayap kiri, kanan, tengah, dan belakang. Artinya ia bersama tiga rekan pemain seecara konstan melakukan serangan atau bertahan. Permainan akan menjadi sangat rapat dan ketat sehingga sulit bagi lawan untuk bergerak dengan leluasa saat menyerang atau bertahan.

formasi 4-0 atau 2-2 (rotasi)

Tips:

Setiap pemain akan mengawal pemain lawan (man to man marking)
Sangat efektif ketika menghadapi lawan yang tangguh.
Memudahkan untuk menutupi pergerakan lawan dalam mendistribusikan bola atau membuka ruang permainan.
Bisa memperlambat tempo permainan lawan, lalu memulai penyerangan.
Terkadang, permainan menjadi monoton karena bola mungkin dikuasi, sementara rekan lain hanya melakukan penjagaan terhadap pemain lawan.
Formasi Futsal 3-1

Formasi Futsal 3-1 memudahkan melakukan serangan dengan lebih variatif. Di depan kipper ada seorang pemain bertahan, dua pemain tengah yang menempati posisi sayap, dan penyerang tengah atau pivot.

Formasi futsal ini menuntut banyak pergerakan dari pemain dalam penguasaan bola terutama saat melakukan variasi serangan. Pivot lebih banyak mengoperkan kepada rekan saat menyerang. Kedua pemain sayap dan satu pemain belakang akan mengimbangi arah pergerakan pivot untuk menciptakan ruang permainan dan peluang untuk mencetak gol. Pivot dan kedua pemain sayap akan melakukan beberapa gerakan untuk mencari celah dan momen yang tepat guna memasukkan bola ke gawang lawan.

strategi bertahan 3-1

strategi menyerang 1-1-2

Berikut ini adalah fungsi masing-masing posisi pemain.

Pemain Bertahan

Pada formasi futsal ini, orang terakhir di barisan belakang, bertanggung jawab untuk membantu kipper mengamankan gawang, menetralisasi serangan lawan, dan mengawali penyerangan.

Pemain Sayap

Dalam Formasi futsal, pemain sayap berfungsi sebagai :

  • Penghubung antara pertahanan dan penyerang
  • Membantu pemain belakang dalam memulai serangan serta menyokong pivot untuk melakukan penyelesaian akhir atau mencetak gol.

Pivot

Dalam Formasi futsal, Pivot berfungsi sebagai :

  • Mengontrol permainan saat dalam posisi menyerang
  • Berperan sebagai penyuplai bola, pencetak gol, dan menjadi orang pertama yang meredam serangan lawan.

Tips:

Peran pemain depan paling menonjol karena harus mengendalikan bola, mengumpan kepada rekannya, dan mencari celah untuk memasukkan bola ke gawang lawan. Ini yang dinamakan pivot atau target man.
Pengendalian bola tidak boleh lama karena ruang permainan yang sempit
Lawan bisa dengan mudah membangun pertahanan guna meredam serangan
Pemain belakang juga memiliki peran penting terutama dalam mempertahankan penguasaan bola selama permainan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 3, 2012 in Futsal

 

Sejarah Futsal

Kata Futsal berasal dari bahasa Spanyol, yaitu Futbol (sepak bola) dan Sala (ruangan), yang jika digabung artinya menjadi ? Sepak Bola dalam Ruangan. Menurut FIFA, asal Mula Futsal ini mulai pada tahun 1930 di Montevideo, Uruguay. Pertama Futsal ini diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani, seorang pelatih sepak bola asal Argentina. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa.

Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.

Sejarah Futsal versi FIFA ini tidak bisa diterima begitu saja, ada beberapa negara yang mengklaim bahwa Futsal berasal dari negara mereka masing-masing Yaitu Negara Kanada dan Brasil. Futsal berkembang sangat pesat di Brazil, lalu pada tahun 1936 dibuatlah kesepakatan dan penetapan aturan main futsal. Pada masa itu, Peraturan Futsal juga tidak banyak bedanya dengan peraturan futsal saat ini. Dengan adanya peraturan ini, futsal semakin berkembang dan digemari di Amerika Latin, bahkan ke seluruh dunia. Di Italia, futsal telah mulai dikenal pada tahun 1950an.

Futsal di Italia diperkenalkan oleh pemain-pemain sepak bola impor dari Amerika latin yang bermain di Seri A (Liga Italia). Di saat senggang, pemain-pemain itu bermain futsal. Dan futsal semakin dekenal dan digemari di Italia. Beda halnya dengan di Inggris. Di Inggris pemain-pemain sepak bola sering melakukan latih tanding enam lawan enam di lapangan rumput. Futsal juga terkenal di Inggris, hingga suatu saat diselenggarakan turnamen futsal yang disponsori oleh London Express, salah satu harian terkemuka di London. Sedangkan di Spanyol, perkembangan futsal jauh lebih cepat. Hal ini bisa terjadi karena budaya dan gaya bermain bola di Spanyol sangat mirip dengan budaya Amerika Latin.

Pada 1965 kompetisi internasional Futsal digelar untuk pertama kalinya, dengan Paraguay menjadi juara pertama. Lalu pada tahun-tahun berikutnya hingga tahun 1979 Brazil merajai kompetisi ini. Brazil juga memenangi piala Pan Amerika untuk kali pertama di tahun 1980 dan 1984. Di tahun 1974 diadakan pertemuan perwakilan futsal dari berbagai negara. Pertemuan di Sao Paulo itu menggagas dibentuknya FIFUSA (The Federacao Internationale de Futebol de Salao / Federasi Futsal AS)sebagai organisasi resmi yang mewadahi futsal. FIFUSA saat itu menunjuk Joao Havelange sebagai ketua umum. Setelah eksisnya FIFUSA ini futsal semakin cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia. Kejuaraan dunia futsal pertama diselenggarakan oleh FIFUSA pada 1982 di Sao Paulo Brazil. Pada even edisi perdana ini Brazil keluar sebagai juara.

Tiga tahun berikutnya, even yang sama digelar di Spanyol. Ini adalah kali pertama even tiga tahunan ini dihelat di benua Eropa, dan lagi-lagi Brazil keluar sebagai juara. Dan pada 1988 Brazil berhasil dikalahkan oleh Paraguay di Australia. Setelah beberapa tahun eksis, Futsal semakin terorganisir, dan FIFA pun tertarik. Karena bagaimanapun juga futsal turut memajukan industri sepakbola internasional. Pada 1989 FIFA secara resmi memasukkan futsal sebagai salah satu bagian dari sepakbola, dan FIFA juga mengambil alih penyelenggaraan kejuaraan dunia futsal.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 2, 2012 in Futsal, Informasi Futsal